INFO
Kesehatan Mulut Pengaruhi Kenyamanan Makan, Bicara, dan Bersosialisasi
23 November 2025

Gigisehat -
Cabang 1 Gabungan Jalasenastri Puspenerbal mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui kegiatan Ceramah Kesehatan Gigi. Organisasi ini menegaskan, kesehatan gigi adalah fondasi penting bagi kualitas hidup, bukan sekadar urusan estetika.
Kegiatan yang digelar di Aula Museum Penerbangan TNI Angkatan Laut, Lanudal Juanda, Jumat 21 November 2025, merupakan bagian dari Pertemuan Rutin Cabang 1 dan diikuti seluruh pengurus serta anggota.
Acara dibuka drg. Any Johannes Tambunan, Sp.KG, Ketua Cabang 1 sekaligus narasumber utama. Any memberikan edukasi komprehensif mengenai langkah-langkah sederhana namun penting dalam menjaga kesehatan gigi keluarga.
Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Obat Bantu Tumbuhkan Kembali Gigi
Ia berharap pengetahuan yang diberikan dapat menjadi bekal bagi para anggota dalam menjaga kesehatan keluarga.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun keluarga yang lebih sadar akan peran kesehatan mulut dalam kehidupan sehari-hari.
Pentingnya Pencegahan Sejak Dini: Sikat Gigi, Flossing, dan Pola Hidup Sehat
Dalam sesi ceramah, drg. Any menjelaskan kesehatan gigi dapat dijaga melalui kebiasaan sederhana namun harus dilakukan secara konsisten.
Ia menekankan, menyikat gigi minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride adalah langkah paling dasar dalam mencegah kerusakan gigi.
Membersihkan sela gigi menggunakan benang gigi dan melakukan pemeriksaan rutin setiap 3-6 bulan juga wajib dilakukan untuk mencegah masalah yang tidak terlihat.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membangun kebiasaan sehat pada anak-anak.
“Anak-anak harus diajarkan kebiasaan merawat gigi sejak dini agar memahami bahwa gigi sehat merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya dikutip dari tni.mil.id.
Any merinci lima pilar utama perawatan gigi yang perlu diterapkan:
- Menyikat gigi dengan benar dan rutin
- Membersihkan sela gigi dengan benang gigi (flossing)
- Mengonsumsi air putih yang cukup
- Pemeriksaan gigi rutin setiap 3–6 bulan
- Menjaga pola makan sehat
Menurutnya, pendidikan mengenai kesehatan gigi kepada anak tidak boleh ditunda karena kebiasaan yang ditanamkan sejak dini cenderung dibawa hingga dewasa.
Kesehatan Gigi Berdampak pada Kenyamanan dan Kualitas Hidup
Dalam paparannya, drg. Any menegaskan, menjaga kebersihan gigi dan mulut memiliki dampak luas pada kesehatan.
Ia menekankan, masalah pada mulut tidak hanya menyebabkan rasa sakit, tetapi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk makan dengan baik, berbicara dengan percaya diri, hingga bersosialisasi.
“Mulut yang sehat memungkinkan individu untuk makan, berbicara, dan bersosialisasi dengan nyaman, tanpa rasa sakit atau ketidaknyamanan,” pungkasnya.
Dukungan Luas terhadap Edukasi Kesehatan Gigi
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Cabang 1 Gabungan Puspenerbal, Tetty Jhony, serta sejumlah pengurus dan anggota. Hadir pula Diana Sugeng Lamiyo dan Debora Yantje dari Lanudal Matak, Lanudal Aru, dan Lanudal Biak, menandai dukungan luas dari berbagai wilayah terhadap pentingnya edukasi kesehatan gigi.
Baca Juga: 20 Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Bisa Jadi Pilihan
Melalui kegiatan ini, Jalasenastri Puspenerbal berharap masyarakat semakin memahami bahwa kesehatan gigi merupakan bagian integral dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pencegahan dini menjadi langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan mulut, meningkatkan kualitas hidup, dan mencegah penyakit yang dapat muncul akibat kebersihan gigi yang kurang baik.***

 (1).png)



