INFO

Gigi Ompong Bisa Mempengaruhi Struktur Wajah

31 October 2024

Ilustrasi - Aktivitas dokter gigi.(Pixabay)

Gigisehat - Masalah gigi tanggal atau ompong umum terjadi di Indonesia dengan dampak yang lebih serius dari sekadar penurunan estetika.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2023, angka kehilangan gigi di Indonesia mencapai 21 persen.

Kejadian ini tak hanya dialami lanjut usia (lansia), tapi juga melibatkan individu dalam usia produktif. Ini menunjukkan masalah gigi ompong merupakan tantangan kesehatan yang lintas generasi.

Baca Juga: 20 Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Bisa Jadi Pilihan

Menurut data tersebut, proporsi tertinggi dari gigi yang hilang atau dicabut terjadi pada mereka yang berusia 65 tahun ke atas, mencapai 46,5 persen.

Angka ini diikuti kelompok usia 55–64 tahun (37,2 persen), 45–54 tahun (26,4 persen), dan 35–44 tahun (18 persen).

Meski kehilangan gigi bisa berpengaruh signifikan terhadap kesehatan dan penampilan, penggunaan gigi palsu di Indonesia masih rendah.

Persentasenya hanya sekitar 3,1 persen dari populasi yang membutuhkan.

Ketua Departemen Prostodonsia Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada, drg. Murti Indrastuti, M.Kes., Sp. Pros (K), menekankan pentingnya perhatian pada kesehatan gigi.

Dalam siaran persnya, Murti menjelaskan gigi ompong dapat memengaruhi struktur wajah seseorang, terutama jika dibiarkan tanpa penanganan tepat.

“Tanpa gigi, tulang rahang akan mengalami penyusutan bertahap, membuat wajah tampak lebih tua, cekung, dan berkerut karena otot-otot wajah kehilangan penopang,” ujar Murti.

Ia mengingatkan, kehilangan gigi tidak hanya menyebabkan kerutan dan tampilan lebih tua, tetapi juga berdampak pada perubahan fisik wajah.

Misalnya, sudut mulut menurun, bibir tampak menipis dan lebih panjang, serta ilusi hidung tampak lebih besar akibat hilangnya struktur penopang di sekitar bibir atas.

Penyebab gigi ompong beragam, mulai dari kebiasaan kesehatan gigi yang buruk, diet tinggi gula, trauma akibat kecelakaan, penyakit gusi, hingga kebiasaan merokok.

Dengan rendahnya tingkat penggunaan gigi palsu di Indonesia, Murti menekankan pentingnya solusi ini sebagai penopang struktural yang dapat menjaga keseimbangan otot-otot wajah.

Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Obat Bantu Tumbuhkan Kembali Gigi

Pemakaian gigi palsu tidak hanya mengembalikan fungsi gigi untuk mengunyah tetapi juga mencegah perubahan wajah yang merugikan.

Menggunakan gigi palsu dapat membuat wajah tetap terlihat proporsional dan strukturnya terjaga. Dengan demikian, dampak negatif dari kehilangan gigi terhadap estetika dan kesehatan bisa diminimalisasi.***

GIGISEHAT

Register

🦷✨ Selamat Datang di Dunia Tanpa Batas Ilmu Kedokteran Gigi!

Anda baru saja memasuki ruang interaktif berbasis Artificial Intelligence yang dirancang khusus untuk menjawab setiap pertanyaan seputar Ilmu Kedokteran Gigi—mulai dari teori dasar, kasus klinis, prosedur perawatan, hingga teknologi terbaru dalam dunia dentistri.

💡 Tanyakan Apa Saja

🧠 Didukung AI mutakhir, sistem ini akan membantu Anda memahami konsep, menyelesaikan studi kasus, hingga mendalami referensi akademik secara efisien dan terpercaya.

⚠ Catatan Penting

Platform ini khusus untuk Dokter Gigi dan Mahasiswa Kedokteran Gigi yang terdaftar secara resmi.

📥 DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!

🔒 Akses penuh hanya diberikan kepada pengguna yang telah melakukan registrasi dan verifikasi profesional.
Bergabunglah bersama komunitas cerdas dan berdedikasi di bidang kedokteran gigi.

Data Diri

Nama
Email
Password
Universitas
Semester
Tempat / Tgl Lahir
Jenis Kelamin
No KTP
Alamat
No telepon / HP