INFO

Bisakah Sakit Gigi Menyebabkan Sakit Kepala?

19 December 2023

Ilustrasi - Sakit gigi bisa menganggu aktivitas.(Pixabay)

Gigisehat - Sakit gigi terkadang bisa menyebabkan sakit kepala, tapi tidak selalu karena alasan yang sama.

Hal ini bisa terjadi karena adanya iritasi pada saraf yang disebut saraf trigeminal.

Terkadang orang sakit gigi dan sakit kepala karena kondisi medis yang mendasarinya, seperti infeksi sinus atau disfungsi sendi temporomandibular (TMJ atau TMD).

Berikut beberapa kemungkinan hubungan sakit gigi dan sakit kepala dikutip dari verywellhealth.com:

Migrain akibat sakit gigi

Ada banyak penyebab gigi terasa sakit, antara lain gigi berlubang, retak, dan impaksi (ketika gigi tidak keluar sepenuhnya dari gusi).

Baca Juga: 20 Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Bisa Jadi Pilihan

Jika kondisi ini tidak ditangani, orang bahkan bisa terkena migrain.

Migrain berdenyut-denyut dan biasanya ditandai dengan sakit kepala sebelah.

Terkadang disertai gejala lain seperti mual, muntah, dan atau kepekaan terhadap cahaya atau suara.

Para ahli melihat hubungan antara sakit gigi dan migrain adalah saraf trigeminal.

Saraf ini mengontrol gerakan dan sensasi wajah dan mata. Ini memberikan sensasi pada sebagian besar wajah, termasuk bibir atas dan bawah serta gigi dan gusi.

Saraf trigeminal diperkirakan berperan penting dalam perkembangan migrain.

Dalam kasus ini, nyeri akibat sakit gigi dapat mengiritasi saraf dan memicu migrain.

Sakit gigi menyebabkan sakit kepala

Selain sakit gigi yang memicu migrain, kerusakan gigi atau penyakit gusi stadium lanjut juga bisa menyebabkan rasa sakit di kepala.

Kerusakan gigi dan penyakit gusi berasal dari penumpukan bakteri, biasanya akibat kebiasaan menyikat gigi dan flossing yang buruk.

Jika tidak diobati, kerusakan gigi dapat menyebabkan gigi berlubang dan abses gigi terinfeksi.

Infeksi gigi dapat menyebabkan komplikasi serius dan terkadang mengancam nyawa.

Jadi penting untuk mengidentifikasi infeksi sejak dini dan segera ke dokter gigi.

Tanda-tanda infeksi gigi adalah sakit gigi parah, rasa pahit di mulut, nafas bau, demam, sakit saat mengunyah dan sensitif panas atau dingin pada gigi.

selanjutnya, pembengkakan gusi, kelenjar bengkak di leher, pembengkakan di rahang atas atau bawah dan rahang atas atau bawah.

Tanda-tanda itu dapat mengindikasikan adanya infeksi berbahaya, terutama jika disertai infeksi lain seperti demam atau kesulitan membuka mulut.

Kondisi yang mendasari sakit gigi dan sakit kepala

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan sakit kepala dan sakit gigi, namun sebenarnya tidak berhubungan dengan gangguan gigi atau sakit kepala.

Menggeretakkan gigi (Bruxisme)

Salah satu contoh klasik nyeri yang menjalar ke kepala adalah bruxism, suatu kondisi di mana seseorang secara rutin mengatupkan atau menggemeretakkan gigi. Bruxism sering terjadi pada malam hari.

Sakit kepala yang disebabkan bruxism sering kali digambarkan sebagai nyeri tumpul yang menyelimuti kepala atau terjadi di belakang mata.

Gejala bruxism meliputi sakit gigi dan otot rahang, nyeri di sendi rahang serta kesulitan membuka dan menutup mulut.

Infeksi sinus

Infeksi sinus dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada satu atau beberapa gigi, terutama gigi atas yang terletak di bawah sinus maksilaris (di belakang tulang pipi).

Gejala umum infeksi sinus adalah sakit kepala sinus semakin parah saat membungkuk ke depan.

Tanda dan gejala infeksi sinus lainnya meliputi demam, kelelahan, hidung tersumbat dan lendir berwarna kuning atau hijau, telinga terasa tertekan atau penuh dan bau mulut.

Gangguan sendi temporomandibular

Sendi temporomandibular adalah dua sendi yang menghubungkan mandibula (rahang bawah) ke tengkorak.

Kedua sendi itu bekerja sama dengan otot rahang untuk menggerakkan mandibula ke atas dan ke bawah yang memungkinkan mengunyah, menguap, berbicara dan menelan.

Gangguan sendi temporomandibular terjadi ketika otot atau ligamen mandibula dan rahang menjadi tidak sejajar atau tidak bergerak selaras.

Ketidakselarasan ini dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain bruxism atau trauma pada rahang.

Gangguan temporomandibular (TMD).

Selain sakit gigi, TMJ sering menyebabkan sakit kepala (termasuk migrain).

Sakit kepala TMJ biasanya digambarkan sebagai nyeri di dekat telinga yang menjalar ke rahang, pelipis, atau leher.
Biasanya dipicu gerakan rahang, seperti mengunyah atau membuka dan menutup mulut.

Neuralgia trigeminal

Neuralgia trigeminal adalah kelainan nyeri akibat kompresi atau kerusakan saraf trigeminal.

Kelainan ini menyebabkan serangan nyeri wajah yang menyiksa, atau seperti syok secara tiba-tiba pada satu sisi wajah.

Dalam banyak kasus, nyeri dirasakan di sepanjang rahang atas atau bawah.

Trombosis sinus kavernosa

Masalah gigi yang tidak diobati dapat menyebabkan kondisi serius dan berpotensi mengancam jiwa yang disebut trombosis sinus kavernosus.

Artinya ada bekuan darah di ruang otak belakang mata (sinus kavernosus).

Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Obat Bantu Tumbuhkan Kembali Gigi

Gumpalan darah terjadi ketika infeksi di wajah atau kepala menyebar ke otak.

Gejala utamanya sakit kepala parah di belakang mata atau dahi.

Selain sakit kepala parah, gejala lain dari trombosis sinus kavernosa meliputi, demam tinggi, gerakan mata lemah, pembengkakan kelopak mata dan tonjolan bola mata (proptosis).***

GIGISEHAT

Register

🦷✨ Selamat Datang di Dunia Tanpa Batas Ilmu Kedokteran Gigi!

Anda baru saja memasuki ruang interaktif berbasis Artificial Intelligence yang dirancang khusus untuk menjawab setiap pertanyaan seputar Ilmu Kedokteran Gigi—mulai dari teori dasar, kasus klinis, prosedur perawatan, hingga teknologi terbaru dalam dunia dentistri.

💡 Tanyakan Apa Saja

🧠 Didukung AI mutakhir, sistem ini akan membantu Anda memahami konsep, menyelesaikan studi kasus, hingga mendalami referensi akademik secara efisien dan terpercaya.

⚠ Catatan Penting

Platform ini khusus untuk Dokter Gigi dan Mahasiswa Kedokteran Gigi yang terdaftar secara resmi.

📥 DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!

🔒 Akses penuh hanya diberikan kepada pengguna yang telah melakukan registrasi dan verifikasi profesional.
Bergabunglah bersama komunitas cerdas dan berdedikasi di bidang kedokteran gigi.

Data Diri

Nama
Email
Password
Universitas
Semester
Tempat / Tgl Lahir
Jenis Kelamin
No KTP
Alamat
No telepon / HP