INFO

Fakta Mengejutkan dari Dunia Kedokteran Gigi Modern

28 August 2025

Ilustrasi - Sikat gigi bisa menjadi sarang kuman.(AI)

Gigisehat - Jika Anda menyikat gigi terlalu keras dengan sebatang plastik berisi deretan bulu plastik. Saat gigi berlubang, Anda pergi ke dokter gigi yang mungkin akan menutup lubang itu dengan komposit plastik, lalu mengamplasnya hingga rata di dalam mulut Anda.

Jika Anda menggertakkan gigi di malam hari, dokter gigi mungkin akan meresepkan pelindung gigi: sepotong akrilik yang sudah diawetkan untuk digigit. Permukaannya, seiring waktu, akan terlihat kasar dan aus.

Mungkin gigi Anda tidak terlalu rata, sehingga Anda mempertimbangkan aligner—lapisan tipis termoplastik yang dipanaskan lalu dicetak sesuai kontur mulut, dan harus dikenakan hampir setiap saat.

Baca Juga: 20 Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Bisa Jadi Pilihan

Retainer yang Anda kenakan setelahnya untuk menjaga gigi tetap lurus juga kemungkinan terbuat dari plastik. Hampir setiap aspek kedokteran gigi modern bertumpu pada bahan ini.

Dalam banyak kasus, plastik adalah bagian dari perawatan medis yang esensial. Sebuah lubang gigi memang harus ditambal untuk mencegah kerusakan lebih buruk.

Setidaknya, tambalan komposit plastik-kaca tidak lagi mengandung merkuri seperti tambalan perak generasi sebelumnya.

Namun, untuk kasus yang lebih bersifat estetika, seperti merapikan gigi—imbangan antara manfaat dan risikonya bisa terlihat berbeda.

Meski kita banyak cemas tentang mikroplastik yang menyelinap dari kantong teh, karpet, hingga botol minum ke dalam tubuh, dalam hal kesehatan mulut kita justru menyambut plastik secara sengaja, bahkan permanen, langsung ke dalam mulut kita.

Hal inilah yang menggelisahkan Adith Venugopal, seorang ortodontis dan dosen senior di Fakultas Kedokteran Gigi, University of Otago, Selandia Baru.

Tahun lalu, ia menerbitkan surat dalam sebuah jurnal kedokteran gigi, menyoroti kekhawatiran tentang mikro- dan nanoplastik yang luruh dari aligner dan retainer.

“Banyak penelitian kuat yang menunjukkan bahwa senyawa kimia yang bocor dari plastik berkaitan dengan gangguan hormon, kelainan perkembangan, dan kanker. Tetapi dampak dari fragmen plastik yang benar-benar menumpuk di jaringan dan organ kita masih belum jelas,” tulisnya.

Venugopal mulai meneliti mikroplastik dalam ortodonti setelah membaca penelitian yang menemukan adanya mikro- dan nanoplastik dalam plak arteri pasien yang lebih rentan mengalami serangan jantung atau stroke.

“Meresepkan sesuatu dari sudut pandang medis, dengan mengetahui bahwa itu akan meluruh dan menyebabkan jutaan partikel tertelan setiap tahunnya, itu mengkhawatirkan, bukan?” katanya.

“Maksud saya, hal pertama dalam dunia medis adalah jangan sampai membahayakan.”

Namun, sejauh ini, apa dampak nyata plastik dalam perawatan gigi dan ortodonti masih belum sepenuhnya dipahami.

Surat Venugopal hanyalah satu dari semakin banyak pernyataan dan penelitian di bidang ini yang mempertanyakan apakah plastik benar-benar merugikan pasien.

“Mikroplastik: Kekhawatiran Ortodontik!” demikian judul editorial dalam Journal of the World Federation of Orthodontists tahun lalu.

Sedikit sekali, studi yang meneliti langsung pada manusia. Sebagian besar baru sebatas simulasi laboratorium: dari gesekan, cairan, hingga tekanan.

Nordic Institute of Dental Materials, misalnya, meneliti pelepasan mikroplastik dari pelindung gigi malam.

Hasil uji laboratorium menunjukkan pelepasan partikel memang mungkin terjadi, tetapi belum ada kesimpulan jelas mengenai relevansinya terhadap kesehatan manusia.

Ben Wu, kepala ilmiah di divisi riset American Dental Association (ADA), menyatakan asosiasi ini “secara ketat memantau literatur ilmiah tentang mikroplastik” namun “belum ada bukti klinis yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kesehatan mulut atau kesehatan umum dari partikel tersebut.”

Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Obat Bantu Tumbuhkan Kembali Gigi

Pertanyaan besar tetap menggantung: sejauh mana plastik dalam perawatan gigi meninggalkan jejak di tubuh kita?

Sikat gigi, tambalan, pelindung gigi, aligner, hingga retainer—semuanya menghadirkan risiko mikroskopis yang tak terlihat. Mikroplastik mungkin mengendap, mungkin juga sekadar lewat.***

Sumber: theatlantic.com

GIGISEHAT

Register

🦷✨ Selamat Datang di Dunia Tanpa Batas Ilmu Kedokteran Gigi!

Anda baru saja memasuki ruang interaktif berbasis Artificial Intelligence yang dirancang khusus untuk menjawab setiap pertanyaan seputar Ilmu Kedokteran Gigi—mulai dari teori dasar, kasus klinis, prosedur perawatan, hingga teknologi terbaru dalam dunia dentistri.

💡 Tanyakan Apa Saja

🧠 Didukung AI mutakhir, sistem ini akan membantu Anda memahami konsep, menyelesaikan studi kasus, hingga mendalami referensi akademik secara efisien dan terpercaya.

⚠ Catatan Penting

Platform ini khusus untuk Dokter Gigi dan Mahasiswa Kedokteran Gigi yang terdaftar secara resmi.

📥 DAFTARKAN DIRI ANDA SEKARANG!

🔒 Akses penuh hanya diberikan kepada pengguna yang telah melakukan registrasi dan verifikasi profesional.
Bergabunglah bersama komunitas cerdas dan berdedikasi di bidang kedokteran gigi.

Data Diri

Nama
Email
Password
Universitas
Semester
Tempat / Tgl Lahir
Jenis Kelamin
No KTP
Alamat
No telepon / HP