INFO
SATU Dental Ajak Gen Z dan Milenial Prioritaskan Kesehatan Gigi
07 June 2026

Gigisehat - Di tengah meningkatnya tren self-care dan self-upgrading di kalangan Gen Z dan milenial urban, mulai dari perawatan kulit, olahraga, hingga gaya hidup sehat, kesehatan gigi masih sering menjadi aspek yang terabaikan. Banyak orang masih menunda perawatan gigi karena berbagai alasan, mulai dari rasa takut, kebingungan harus memulai dari mana, hingga kekhawatiran mengenai biaya.
Menjawab tantangan tersebut, SATU Dental, jaringan klinik gigi yang kini memiliki 56 klinik hingga Juni 2026 di wilayah Jabodetabek, Semarang, dan Surabaya, resmi meluncurkan kampanye bertajuk #BeraniTampil.
Kampanye ini menggandeng kreator konten Keluarga Artis, Mario Caesar, Niky Putra, dan Marco Ivanos, untuk mengajak generasi muda dan keluarga modern Indonesia melihat perawatan gigi sebagai bagian penting dari gaya hidup sehat yang menyenangkan.
Dalam acara Press Conference #BeraniTampil yang digelar di kawasan Blok M, Jakarta, Kamis 5 Juni, CEO SATU Dental Group, Satria Situmorang, mengungkapkan bahwa masalah kesehatan gigi di Indonesia masih sangat besar.
"Fakta dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 57 persen masyarakat Indonesia mengalami masalah gigi dalam 12 bulan terakhir. Namun, hanya 11 persen dari kelompok tersebut yang aktif mencari perawatan medis. Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan gigi sangat banyak terjadi di masyarakat, tetapi masih banyak yang belum aware dan belum mencari perawatan yang sesuai. Ini menjadi masalah besar di Indonesia," ujar Satria.
Menurutnya, terdapat tiga alasan utama yang membuat masyarakat enggan mencari perawatan gigi.
"Pertama, masyarakat masih bingung harus mencari perawatan ke mana. Kadang mereka tidak tahu apakah perlu ke dokter gigi atau tidak, bahkan tidak menyadari sedang mengalami masalah gigi. Padahal idealnya setiap enam bulan sekali kita melakukan pemeriksaan ke dokter gigi. Kedua, faktor lokasi. Masyarakat ingin klinik yang nyaman dan dekat dengan tempat tinggal. Ketiga adalah biaya. Banyak orang takut karena merasa harga perawatan tidak transparan dan khawatir biaya yang harus dikeluarkan sangat besar," jelasnya.
Misi Menghadirkan Perawatan Gigi Berkualitas dan Terjangkau
Satria menjelaskan bahwa SATU Dental hadir untuk menjawab berbagai hambatan tersebut. Saat ini SATU Dental telah memiliki 56 klinik yang tersebar di Jabodetabek, Semarang, dan Surabaya, serta didukung lebih dari 500 dokter gigi umum dan spesialis.
"Misi kami adalah membantu masyarakat mendapatkan perawatan gigi berkualitas tinggi dengan harga yang tetap terjangkau. Banyak layanan kesehatan yang kualitasnya bagus tetapi harganya tinggi. Sebaliknya, ada yang murah tetapi masyarakat kurang percaya. SATU Dental ingin menghadirkan layanan yang high quality sekaligus high affordable agar masyarakat lebih mudah mendapatkan perawatan gigi yang layak," kata Satria.
Ia juga menyoroti tren positif di kalangan generasi muda. "Anak-anak muda, terutama Gen Z dan milenial, sebenarnya semakin peduli terhadap kesehatan dibandingkan generasi sebelumnya. Mereka memperhatikan kesehatan kulit, wajah, olahraga, bahkan program penurunan berat badan. Namun, kesehatan gigi masih sering terlupakan."
Sejak berdiri pada 2022, mayoritas pasien SATU Dental berasal dari kalangan Gen Z dan milenial. "Milenial usia 30 sampai 45 tahun juga mulai peduli terhadap kesehatan gigi keluarga dan anak-anak mereka. Walaupun tingkat kesadaran di Indonesia masih perlu ditingkatkan, tren yang kami lihat sangat positif, terutama di kalangan milenial dan Gen Z."
#BeraniTampil Dimulai dari Senyum Sehat
Satria menjelaskan bahwa kampanye #BeraniTampil lahir dari kesamaan visi antara SATU Dental dan Keluarga Artis.
"Kami melihat Keluarga Artis membawa semangat yang sama, yaitu kepercayaan diri dan keberanian. Mereka menjadi idola bagi Gen Z dan milenial. Kami ingin masyarakat Indonesia lebih berani tampil, dan keberanian itu bisa dimulai dari gigi yang sehat dan senyum yang baik."
Menurutnya, senyum memiliki peran besar dalam membangun kesan pertama."Kulit memang penting, tetapi sering kali kita lupa bahwa senyum adalah hal pertama yang dilihat orang. Kesehatan gigi menjadi awal dari keberanian untuk tampil."
Melalui kampanye ini, SATU Dental ingin mengajak masyarakat mengubah kebiasaan dari sekadar datang saat sakit menjadi melakukan perawatan preventif.
"Kami ingin masyarakat melakukan pemeriksaan ke dokter gigi setiap enam bulan sekali, baik sedang sakit maupun tidak. Selain itu, kami juga ingin mengurangi dental anxiety atau rasa takut ke dokter gigi. Pada akhirnya, tujuan utama kampanye ini adalah empowering confidence, karena rasa percaya diri dimulai dari gigi yang sehat dan senyum yang indah."
Perawatan Gigi adalah Investasi Jangka Panjang
VP of Medical Affairs SATU Dental Group, drg. Melissa Delania, Sp.Pros, menegaskan bahwa kesehatan gigi sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri seseorang.
"Kalau gigi tidak sehat atau tidak lengkap, pasti tidak percaya diri. Nafas juga menjadi tidak segar. Sebaliknya, ketika gigi sehat, seseorang akan terlihat lebih representatif, lebih menarik, dan lebih percaya diri."
Ia menekankan pentingnya pemeriksaan rutin ke dokter gigi. "Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Perawatan yang dilakukan lebih dini biasanya lebih cepat dan biayanya juga lebih murah. Selain itu, percayakan perawatan kepada tenaga medis agar diagnosis dan penanganannya tepat. Kesehatan gigi adalah investasi jangka panjang."
Dokter yang akrab disapa Dela ini mengungkapkan fakta bahwa sebanyak 86,4 persen masyarakat Indonesia belum pernah memeriksakan giginya ke dokter gigi.
"Sekitar 30 persen masyarakat tidak datang ke dokter gigi karena takut sakit dan takut mahal. Padahal ketakutan itu biasanya muncul karena belum tahu. Perawatan gigi sebenarnya bisa menyenangkan, tidak sakit, dan tidak seseram yang dibayangkan."
Waspadai Tren Perawatan Gigi Mandiri yang Berbahaya
Menurut dokter Dela, masih banyak masyarakat yang memilih jalan pintas melalui perawatan mandiri yang justru berisiko.
"Saat ini banyak orang memasang behel sendiri karena melihat tutorial di e-commerce atau memilih datang ke tukang gigi. Ini sangat berbahaya karena pergerakan gigi menjadi tidak terarah dan tidak terukur, bahkan bisa merusak akar gigi."
Ia juga menyoroti tren mengikir gigi sendiri agar terlihat rapi. "Lapisan gigi yang sudah terkikis tidak akan bisa kembali lagi. Ini adalah contoh tren yang muncul karena orang ingin mendapatkan hasil instan."
Selain itu, ada pula tren melakukan scaling secara mandiri menggunakan alat yang dibeli secara online. "Risiko infeksinya sangat besar. Karena itu saatnya masyarakat mulai berinvestasi pada kesehatan gigi dan merawat penampilan gigi dengan rutin memeriksakan diri ke dokter gigi."
Pengalaman Keluarga Artis: Senyum Menentukan Kesan Pertama
Mario Caesar mengaku pentingnya senyum sudah diajarkan sejak kuliah di bidang perhotelan.
"Saat kuliah hospitality, kami diajarkan bahwa attitude dan penampilan sangat penting. Salah satu hal utama agar orang tertarik kepada kita adalah senyuman. Dosen saya selalu mengajarkan untuk tersenyum lebar dan mempertahankan senyum saat berinteraksi. Ternyata senyuman memang sepenting itu."
Mario juga merasakan langsung manfaat perawatan gigi rutin. "Dulu saya punya masalah gigi. Setelah rutin ke dokter gigi, perbedaannya sangat terasa. Senyum menjadi lebih percaya diri. Gigi yang rapi dan bersih adalah aset penting, apalagi bagi kami yang sering tampil di depan kamera dan di depan publik."
Ia bahkan pernah mendapat komentar dari warganet terkait kondisi giginya.
"Beberapa tahun lalu ada yang berkomentar bahwa gigi saya hitam dan ada yang bolong. Padahal saya tidak pernah merasa sakit gigi. Setelah diperiksa dokter ternyata memang ada gigi berlubang. Setelah ditangani, kepercayaan diri saya meningkat. Jadi jangan takut ke dokter gigi karena gigi adalah aset."
Sementara itu, Marco Ivanos memaknai #BeraniTampil sebagai bentuk penerimaan diri yang disertai upaya merawat penampilan.
"Berani tampil itu berarti percaya diri dengan apa yang kita miliki. Mau baju tidak terlalu cocok atau apa pun, yang penting berani keluar rumah tanpa malu. Tetapi kalau penampilan sudah bagus namun gigi kuning, tentu kurang maksimal. Gigi adalah aset yang sangat penting untuk menunjukkan diri kita."
Menurut Marco, kesadaran merawat gigi akan membantu seseorang tampil lebih percaya diri.
"Kalau kita sadar bahwa kondisi gigi kita sehat dan terawat, pasti akan lebih berani tampil."
Hal senada disampaikan Niky Putra. "Saya minum kopi dua kali sehari. Setelah diperiksa ternyata gigi saya mulai menguning. Setelah menjalani scaling, whitening, dan mendapatkan glowing smile, saya jadi lebih berani menampilkan senyum di depan kamera. Bagi saya, SATU Dental membantu saya lebih berani tampil."
Tips Menjaga Gigi Tetap Sehat Meski Gemar Minum Kopi
Menanggapi kebiasaan minum kopi dan teh yang umum di kalangan masyarakat, Melissa memberikan sejumlah tips sederhana.
"Kopi dan teh memang sudah menjadi support system bagi banyak orang sehingga sulit dihindari. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menggunakan sedotan agar cairan tidak terlalu lama mengenai gigi. Setelah minum kopi atau teh, biasakan minum air putih untuk membantu membilas rongga mulut. Selain itu, sikat gigi dua kali sehari."
Jika ingin hasil yang lebih optimal, ia menyarankan masyarakat melakukan perawatan profesional di dokter gigi.
Dokter Dela juga menegaskan bahwa perawatan gigi perlu dimulai sejak dini.
"Perawatan gigi sebaiknya dimulai sejak gigi pertama kali tumbuh. Karena tindakan pencegahan jauh lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih murah dibandingkan pengobatan. Jangan menunggu sampai muncul masalah."
Meluruskan Mitos Seputar Kesehatan Gigi
Drg Dela juga meluruskan sejumlah mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat.
Mengenai penggunaan obat kumur setiap hari, ia menjelaskan:
"Yang paling penting sebenarnya adalah menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi atau flossing. Pada kondisi sehat dan tidak ada masalah khusus, fokus utama tetap pada sikat gigi dan flossing."
Ia juga menepis anggapan bahwa ibu hamil tidak boleh menjalani perawatan gigi.
"Perawatan gigi aman dilakukan saat hamil, terutama pada trimester kedua yang merupakan periode paling aman. Justru masalah gusi yang sering muncul akibat perubahan hormon saat hamil bisa meningkatkan risiko kelahiran prematur jika tidak ditangani dengan baik."
Sebagai penutup, Melissa kembali mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan gigi setiap hari.
"Jangan lupa menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride, rutin melakukan flossing, dan memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali. Jangan menunggu sampai ada masalah baru datang ke dokter gigi."
Momentum peluncuran kampanye ini turut dirayakan melalui rangkaian aktivasi publik interaktif (on-ground activation) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juni 2026.
SATU Dental menghadirkan berbagai keseruan mulai dari pengecekan gigi gratis, berbagai promo menarik, sesi permainan berhadiah, hingga karaoke langsung bersama Keluarga Artis & Aldi Taher.***'
Reporter: Hilman Hilmansyah

 (1).png)



