INFO
Jangan Sepelekan Kesehatan Mulut, Ini Kaitannya dengan Demensia!
22 February 2026

Gigisehat - Menjaga kebersihan rongga mulut bukan hanya urusan mencegah gigi berlubang. Praktik sederhana seperti menyikat gigi secara teratur kini dikaitkan dengan perlindungan terhadap berbagai penyakit serius, termasuk demensia.
Menyikat gigi tiga kali sehari dan rutin melakukan pemeriksaan gigi dapat mengurangi risiko terkena lebih dari 50 kondisi kesehatan serius, termasuk demensia dan radang sendi.
Temuan ini mempertegas, kesehatan mulut memiliki hubungan erat dengan kondisi sistemik tubuh.
Hubungan Biologis antara Mulut dan Otak
Sejumlah studi sebelumnya telah menunjukkan, bakteri dari infeksi gusi dapat menyebar melalui aliran darah dan memicu peradangan di berbagai organ.
Baca Juga: Peneliti Jepang Temukan Obat Bantu Tumbuhkan Kembali Gigi
Sudah lama diketahui, kesehatan mulut mempengaruhi kesejahteraan manusia secara keseluruhan, dengan penelitian sebelumnya menghubungkan penyebaran bakteri dari penyakit mulut dengan penyakit Alzheimer, kanker, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan banyak lagi.
Peradangan kronis inilah yang diduga berperan dalam memperburuk gangguan degeneratif, termasuk penurunan fungsi kognitif.
Isu ini kembali menjadi perhatian dalam forum ilmiah yang digelar American Association for the Advancement of Science di Arizona, Amerika Serikat.
“Kami sekarang berpendapat, menjaga kesehatan gigi dapat dikaitkan dengan penurunan risiko lebih dari 50 kondisi sistemik,” ujar Profesor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Minnesota, Alpdogan Kantarci, seperti dikutip dari Euronews.
Periodontitis dan Dampaknya pada Penyakit Kronis
Dalam paparannya, Kantarci menekankan, periodontitis jenis penyakit gusi yang bersifat agresif, merupakan faktor risiko penting bagi sejumlah penyakit kronis, termasuk rheumatoid arthritis dan demensia.
Ketika bakteri dari penyakit mulut bermigrasi ke aliran darah dan otak, dapat menyebabkan peradangan kronis.
Respons inflamasi berkepanjangan ini dapat mengaktifkan sistem imun secara berlebihan.
Akibatnya, sistem kekebalan tubuh berpotensi menyerang jaringan sendi, sekaligus mempercepat pembentukan plak di otak yang mengganggu neurotransmiter.
Gangguan pada neurotransmiter tersebut berkaitan dengan penurunan kemampuan kognitif yang menjadi ciri utama demensia.
Hasil penelitian, orang dengan penyakit ringan atau sedang yang menyikat dan merawat gigi atau mengunjungi dokter gigi dan melakukan pembersihan lanjutan, menunjukkan respons kognitif yang lebih baik.
Meski begitu, para peneliti menegaskan, tidak ada penelitian yang menunjukkan penyakit gusi menyebabkan demensia atau radang sendi.
Bukti yang ada saat ini menunjukkan hubungan keterkaitan, bukan sebab-akibat langsung.
Fondasi Kesehatan Dimulai dari Rongga Mulut
Kesehatan gigi dan mulut merupakan fondasi penting bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mulut adalah pintu masuk utama makanan dan minuman, berpengaruh ke pencernaan. Infeksi yang berlangsung lama di rongga mulut dapat menjadi sumber inflamasi sistemik tingkat rendah (low-grade inflammation).
Baca Juga: 20 Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia Bisa Jadi Pilihan
Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memperburuk penyakit metabolik, gangguan kardiovaskular, hingga masalah neurodegeneratif.
Karena itu, pendekatan preventif menjadi kunci utama. Menyikat gigi secara konsisten, membersihkan sela gigi, serta melakukan pemeriksaan berkala bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan strategi ilmiah untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

 (1).png)



