INFO
Gigi Bungsu Tumbuh Bikin Sakit? Ini Tanda Harus Periksa ke Dokter Gigi
21 September 2026

Gigisehat - Nyeri tiba-tiba di bagian belakang mulut, gusi bengkak, atau rasa tidak nyaman ketika mengunyah bisa muncul ketika gigi bungsu mulai tumbuh. Namun, kemunculan gigi bungsu tidak selalu disertai rasa sakit.
Gigi bungsu, atau molar ketiga, merupakan gigi geraham paling belakang yang biasanya mulai erupsi pada masa remaja akhir hingga awal usia 20-an. Tidak semua orang memiliki empat gigi bungsu; sebagian orang mempunyai kurang dari empat, bahkan ada yang tidak memiliki gigi bungsu sama sekali.
Karena posisinya berada paling belakang, gigi ini lebih sulit dibersihkan. Persoalan biasanya muncul ketika ruang di rahang tidak cukup atau posisi gigi tidak memungkinkan gigi tersebut tumbuh ke posisi normal.
Apa Itu Gigi Bungsu?
Secara anatomi, gigi bungsu adalah molar ketiga di bagian paling belakang rahang. Pada orang dengan empat gigi bungsu, terdapat dua di rahang atas dan dua di rahang bawah.
Gigi ini disebut "bungsu" karena menjadi gigi permanen terakhir yang tumbuh. Dalam bahasa Inggris, gigi bungsu dikenal sebagai wisdom teeth karena umumnya muncul ketika seseorang memasuki masa dewasa muda.
Waktu tumbuhnya dapat berbeda pada setiap orang. NHS menyebut gigi bungsu biasanya mulai muncul pada usia remaja hingga awal usia 20-an, tetapi masalah pada gigi bungsu juga dapat terjadi pada usia yang lebih tua.
Karena itu, munculnya nyeri di bagian belakang mulut pada usia dewasa muda memang dapat berkaitan dengan gigi bungsu, tetapi nyeri itu tidak otomatis berarti gigi harus dicabut.
Mengapa Gigi Bungsu Sering Bermasalah?
Salah satu masalah utama gigi bungsu adalah keterbatasan ruang untuk erupsi. Dalam kondisi normal, gigi bungsu dapat tumbuh lurus dan berfungsi seperti gigi geraham lainnya.
Namun, ketika ruang di belakang gigi geraham kedua tidak memadai, gigi bungsu dapat tertahan atau tumbuh dengan arah yang tidak normal atau disebut impaksi.
American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons (AAOMS) mendefinisikan gigi impaksi sebagai gigi yang tidak dapat erupsi ke posisi normal di rongga mulut. Penyebabnya antara lain akibat kurangnya ruang atau posisi gigi tidak normal.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara ketersediaan ruang di bagian belakang rahang dan risiko impaksi gigi molar ketiga. Semakin terbatas ruang itu, semakin besar kemungkinan gigi bungsu mengalami gangguan erupsi.
Hal ini membantu menjelaskan mengapa gigi bungsu sering menjadi sumber masalah. Posisi paling belakang membuatnya lebih sulit dibersihkan, sementara gigi yang hanya tumbuh sebagian dapat menjadi tempat makanan dan plak berkumpul.
Tidak Semua Gigi Bungsu Harus Dicabut
Anggapan semua gigi bungsu pasti harus dicabut tidak tepat. Jika gigi bungsu tumbuh dengan baik, dapat dibersihkan, tidak menimbulkan penyakit, dan tidak mengganggu gigi di sekitarnya. Dokter gigi dapat memilih untuk memantaunya melalui pemeriksaan rutin.
Menurut NHS, gigi bungsu yang tidak menimbulkan masalah biasanya tidak perlu diangkat.
AAOMS juga menekankan keputusan pada gigi bungsu tanpa gejala dan tanpa penyakit perlu mempertimbangkan kondisi individual, termasuk kemungkinan munculnya masalah di kemudian hari, fungsi gigi, risiko mempertahankan gigi, serta risiko tindakan pencabutan.
Artinya, keberadaan gigi bungsu tanpa keluhan bukan alasan otomatis untuk menjalani operasi.
Kapan Gigi Bungsu Menimbulkan Nyeri?
Keluhan lebih sering muncul ketika gigi mengalami impaksi atau hanya tumbuh sebagian. Beberapa tandanya antara lain nyeri atau bengkak pada gusi dan rahang, gusi merah atau mudah berdarah, bau mulut, rasa tidak enak di mulut, serta kesulitan membuka mulut.
Pada sebagian kasus, nyeri juga dapat terasa menjalar ke rahang, wajah atau kepala.
Salah satu komplikasi yang dapat terjadi adalah perikoronitis, yaitu peradangan atau infeksi pada jaringan gusi di sekitar gigi yang sedang erupsi dan belum tumbuh sempurna. Kondisi tersebut dapat membuat area belakang mulut terasa nyeri dan bengkak.
Gigi yang impaksi juga dapat berkaitan dengan gigi berlubang, penyakit gusi, kerusakan gigi di sebelahnya, kista, hingga abses.
Gigi bungsu yang mengalami masalah tidak selalu langsung menimbulkan gejala. Karena itu, tidak adanya rasa sakit belum tentu berarti posisinya ideal.
Bagaimana Dokter Menentukan Kondisinya?
Pemeriksaan dokter gigi menjadi langkah penting untuk mengetahui apakah gigi bungsu tumbuh normal atau mengalami impaksi.
Selain pemeriksaan langsung, dokter dapat menggunakan pemeriksaan radiografis untuk melihat keberadaan dan posisi gigi, bentuk akar, hubungan dengan gigi di sebelahnya, serta struktur anatomi di sekitarnya.
Rontgen panoramik merupakan salah satu pemeriksaan yang umum digunakan dalam evaluasi gigi bungsu.
Dari pemeriksaan itu, dokter dapat menilai apakah gigi cukup ruang untuk tumbuh, apakah tumbuh miring, atau apakah terdapat masalah yang berpotensi memengaruhi gigi dan jaringan di sekitarnya.
Jadi, keputusan untuk mencabut gigi bungsu sebaiknya tidak hanya berdasarkan rasa sakit atau usia, tetapi berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan radiografis serta kondisi masing-masing pasien.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Nyeri Ringan?
Ketika keluhan masih ringan, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu membersihkan area dan mengurangi rasa tidak nyaman pada gusi.
NHS juga menyarankan larutan yang dibuat dari setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat untuk berkumur, kemudian dibuang dan tidak ditelan.
Kompres dingin dari luar pipi dapat membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Selain itu, menjaga kebersihan mulut tetap penting karena area gigi bungsu mudah menjadi tempat berkumpulnya sisa makanan dan plak.
Makanan terlalu keras atau dapat terselip di area gigi sebaiknya dihindari ketika gusi sedang nyeri.
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Nyeri gigi bungsu terus-menerus, semakin berat, atau berulang sebaiknya tidak hanya ditangani dengan cara rumahan.
Pemeriksaan menjadi semakin penting ketika muncul pembengkakan wajah, demam, rasa tidak enak atau bau pada mulut, kesulitan membuka mulut, atau keluhan yang terus memburuk.
NHS memasukkan nyeri dan pembengkakan berat atau memburuk, terutama ketika disertai demam atau merasa tidak sehat, sebagai alasan untuk mendapatkan pertolongan gigi segera.
Kesulitan menelan atau pembengkakan yang meluas ke wajah dan leher juga membutuhkan perhatian medis segera karena dapat menunjukkan infeksi yang lebih berat.
Dalam kondisi seperti itu, menunda pemeriksaan justru dapat meningkatkan risiko masalah menjadi lebih serius.
Apakah Gigi Bungsu Selalu Harus Dicabut?
Pencabutan, atau odontektomi untuk kasus tertentu, dapat dipertimbangkan ketika gigi bungsu mengalami masalah seperti infeksi berulang, kerusakan pada gigi di sebelahnya, penyakit terkait, atau posisi impaksi yang menimbulkan risiko bagi jaringan sekitarnya.
Namun, tidak semua gigi bungsu impaksi otomatis harus menjalani operasi pada saat itu juga. Dokter akan menimbang manfaat dan risiko mempertahankan maupun mengangkat gigi tersebut berdasarkan temuan pemeriksaan.
Jika pencabutan diperlukan, tindakan biasanya dilakukan dengan anestesi lokal. Pada kasus tertentu, dokter dapat menggunakan sedasi atau anestesi umum, tergantung tingkat kesulitan dan kondisi pasien.
Karena kedekatan sejumlah gigi bungsu dengan struktur penting, termasuk saraf atau sinus, perencanaan tindakan perlu dilakukan secara individual berdasarkan posisi gigi.
Jangan Menunggu Sampai Sakit Berat
Gigi bungsu bukan berarti pasti akan menjadi sumber masalah. Ada orang yang dapat mempertahankan gigi bungsunya tanpa keluhan sepanjang hidup, sementara orang lain mengalami impaksi atau infeksi yang memerlukan perawatan.
Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi cara yang lebih aman untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Ketika gigi bungsu tumbuh lurus dan sehat, dokter dapat memilih pemantauan. Sebaliknya, ketika gigi tumbuh dengan posisi tidak normal dan mulai menimbulkan infeksi, kerusakan gigi di sebelahnya atau masalah lain, pencabutan dapat menjadi bagian dari penanganan.
Jadi, nyeri di bagian belakang mulut tidak perlu langsung panik. Namun, keluhan berulang, pembengkakan, bau mulut, kesulitan membuka mulut, demam, atau rasa sakit yang semakin berat sebaiknya menjadi alasan untuk memeriksakan gigi bungsu.
Semakin jelas posisi dan kondisinya diketahui, semakin tepat pula keputusan perawatannya.***

 (1).png)



